Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 14 September 2026.
Bio
Sebelum memakai nama panggung solo, Baskara membangun reputasi kuat di kancah musik independen Indonesia bersama .Feast. Ia kemudian memulai proyek solonya dengan nama Hindia pada tahun 2018.Nama panggung "Hindia" terinspirasi dari istilah sejarah "Hindia Belanda" serta karya-karya pelukis legendaris Indonesia, Raden Saleh.
Debut Solo: Ia merilis EP solo pertamanya, Tidak Ada Salju di Sini (2018), lalu sukses menembus pasar arus utama (mainstream) lewat singel hit seperti "Evaluasi" dan "Secukupnya".
Album Solo: Album studio debutnya yang menuai banyak pujian, Menari dengan Bayangan, dirilis pada 2019. Ia menyusul kesuksesan tersebut dengan merilis album ganda berskala besar bertajuk Lagipula Hidup akan Berakhir pada tahun 2023.
Proyek Lain: Selain Hindia dan .Feast, ia juga merupakan salah satu pendiri band Lomba Sihir dan aktif di balik layar sebagai brand manager serta pendiri label rekaman Sun Eater Coven.
Berikut adalah daftar lengkap karya musik Hindia:Album StudioHindia telah merilis tiga album studio utama yang menjadi pilar utama dalam karier solonya:
Menari dengan Bayangan (2019): Album debut ikonik yang melambungkan namanya. Berisi 15 lagu bertema refleksi diri, trauma, dan proses pendewasaan.
Singel hit: "Evaluasi", "Secukupnya", "Rumah ke Rumah", "Membasuh" (feat. Rara Sekar).
Lagipula Hidup akan Berakhir (2023): Album studio kedua berskala besar yang dirilis dalam dua bagian (Bagian I & Bagian II) dengan total 28 lagu. Album ini kental dengan nuansa alternative rock dan membahas isu krisis iklim, finansial, hingga kecemasan masa depan.
Singel hit: "Cincin", "Janji Palsu", "Masalah Masa Depan", "Perkara Tubuh".
Doves, '25 on Blank Canvas (2025): Album studio ketiga yang membawa eksperimen musikal baru.
Singel hit: "everything u are".
Album Kompilasi / Kolaborasi / Rilis Lain
Tidak Ada Salju di Sini (2018): EP (Mini Album) kolaborasi awal bersama beberapa musisi label.
Ramai Sepi Bersama (2020): Proyek album mini yang dirilis di tengah masa pandemi.
Nafas (2026): Rilis album terbaru yang merangkum eksplorasi musik terkininya.
Singel Non-Album / Proyek KhakiHindia juga aktif merilis singel lepas maupun kolaborasi strategis, di antaranya: