Chart-nya Sekarang Hampir Semua Lokal
Buka Spotify weekly top 10 Indonesia sekarang, hampir nggak ada yang bukan musisi Indonesia. Musisi lokal sekarang nguasain 97% slot di chart itu, naik dari 39% di 2021. Ini bukan pergeseran pelan, lima tahun ngubah chart yang dulu masih ada ruang buat pop internasional jadi hampir sepenuhnya lokal.
Indonesia bukan satu-satunya pasar Asia Tenggara yang ngalamin ini, tapi geraknya paling jauh dan paling cepat dibanding tetangga. Filipina naik dari 31% ke 81% share lokal di rentang waktu yang sama, Thailand dari 71% ke 76%. Indonesia mulai paling rendah, berakhir paling tinggi.
Duitnya Beneran Ngikutin
Angka chart ngikutin duitnya. Share Indo Pop dari total streaming Spotify Indonesia naik dari 60% di 2023 jadi 78% di 2026, dan itu terjadi pas total pendapatan industrinya juga lagi naik: pendapatan musik digital Indonesia dari sekitar $164 juta di 2021 jadi kira-kira $264 juta di 2025. Musik lokal nggak cuma menang porsi lebih gede, porsinya sendiri juga lagi membesar.
Pendengar Milih Ini dengan Sengaja
Ini bukan cuma kebetulan algoritma. Survei Jakpat nunjukin 74% pendengar Indonesia sekarang lebih milih musisi lokal, sementara minat ke K-pop turun ke sekitar 40%. Orang nggak "kesasar" ke pop Indonesia, mereka emang milih itu.
Nama-Nama di Balik Angka
Pergeseran ini nyebar ke semua tier industri, bukan cuma satu musisi breakout. Di jalur alt-pop/kritis, "Everything U Are"-nya Hindia udah nembus sekitar 400 juta streams di Spotify, bareng Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Perunggu yang ngebangun jalur yang sama. Di jalur chart/streaming, Bernadya narik 16,1 juta pendengar bulanan lewat "Satu Bulan," bareng Mahalini, Tiara Andini, dan Fabio Asher. Musisi regional juga udah mainstream: Ndarboy Genk udah dapet dua single platinum di Pop Jawa, dan Raim Laode ngelakuin hal serupa buat pop ber-nuansa daerah secara lebih luas. Terus di jalur yang tembus internasional, no na, NIKI, dan Rich Brian ngebawa pop Indonesia keluar negeri, "Work"-nya no na doang udah narik 9,5 juta streams.
Chart Jakarta Sendiri Juga Nunjukin Itu
Spotify City Top 100 Jakarta itu studi kasus kecilnya sendiri. Mei 2022 masih ada minimal delapan lagu K-pop di situ. Mei 2026, keberadaan K-pop di chart yang sama itu udah nyaris nggak keliatan. Polanya juga berlaku di level regional: share musisi Indonesia di chart Spotify Malaysia naik dari 18% di 2023 jadi 22% di 2026, sementara share K-pop di chart yang sama turun dari 18% ke 13% di rentang waktu itu. Indonesia nggak cuma dominan di rumah sendiri, dia lagi ekspor.
no na dan Sisi Ekspor dari Cerita Ini
Cerita ekspor itu dapet sorotan internasional minggu ini. Al Jazeera nulis artikel 1 Juli yang nyebut no na, girl group Indonesia yang di bawah label 88rising, sebagai contoh gimana pop Asia Tenggara lagi ngerambah. Artikelnya ngutip pendengar kelahiran Indonesia yang tinggal di Taiwan, yang bilang dia lagi banyak dengerin no na karena musik mereka masukin bunyi-bunyi yang langsung dikenalin orang lokal, kayak gamelan dan suara bus lokal, plus visual Indonesia yang kental di video musiknya. Buat dia, itu cara buat ngerasa deket sama rumah sambil ngenalin budaya yang sama ke audiens yang lebih luas. no na juga bakal tampil di Head in the Clouds LA 2026 bareng KATSEYE dan XG, penanda lain seberapa jauh jangkauannya udah nyampe.
Kenapa Sekarang
Sebagian ini emang Indonesia yang ngelakuin sesuatu dengan bener: angka Jakpat nunjukin preferensi pendengar yang beneran dinyatain, bukan cuma artefak chart, dan lapisan institusionalnya juga udah nyusul, Kementerian Kebudayaan Indonesia dan Spotify bareng-bareng ngumumin target ekspansi global buat musik Indonesia tahun ini. Tapi sebagian lagi itu basis K-pop sendiri yang lagi melunak bersamaan. Penjualan album fisik Korea Selatan turun dari 120 juta unit di 2023 jadi 93,5 juta di 2025, turun lebih dari 20%, meski pendapatan ekspor industrinya tetep sekitar $300 juta tahun itu. Dua tren ini jalan paralel, pop Indonesia naik sementara angka domestik K-pop lagi mendingin, dan belum jelas seberapa besar yang satu beneran ngedorong yang lain.
FAQ
Berapa persen top 10 Spotify Indonesia sekarang diisi musisi lokal?
97% per paruh pertama 2026, naik dari 39% di 2021.
Apakah K-pop beneran lagi turun di Indonesia?
Keberadaannya yang keliatan udah nyusut drastis. Spotify City Top 100 Jakarta sendiri punya beberapa lagu K-pop di 2022 dan nyaris nggak ada di 2026, dan di level regional, share K-pop di chart Spotify Malaysia turun dari 18% ke 13% di periode yang sama saat share pop Indonesia di situ naik dari 18% ke 22%.
Musisi Indonesia mana aja yang mimpin pergeseran ini?
Nyebar di semua tier: Hindia, Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Perunggu di sisi alt-pop; Bernadya, Mahalini, Tiara Andini, dan Fabio Asher di sisi chart/streaming; Ndarboy Genk dan Raim Laode yang bawa pop regional; dan no na, NIKI, serta Rich Brian yang mewakili jalur internasional.
Apakah pop Indonesia nyampe ke pendengar di luar Indonesia?
Iya. no na, yang di bawah label 88rising, khusus disebut di artikel Al Jazeera Juli 2026 soal jangkauan internasional pop Asia Tenggara, dan grup ini udah dijadwalin tampil di Head in the Clouds LA 2026 bareng KATSEYE dan XG.
Kenapa ini kejadian sekarang?
Campuran beberapa faktor: pendapatan domestik yang naik, preferensi pendengar yang eksplisit dan makin gede ke musisi lokal (per survei Jakpat), dukungan institusional baru dari Kementerian Kebudayaan Indonesia dan Spotify, dan basis K-pop sendiri di Korea Selatan yang lagi mendingin.
Sumber
- Al Jazeera, "Southeast Asia's homegrown artists are knocking K-pop off its pedestal" (1 Juli 2026)
- The Southeast Asia Desk, "The K-Pop era is over, Indonesia writes the new trend"
- Data internal iPop Files (snapshot Juni 2026)
