Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 29 Agustus 2026.
Bio
Aya Anjani tumbuh di lingkungan keluarga musisi sebagai putri bungsu dari mendiang maestro musik Indonesia, Yockie Suryo Prayogo. Ketertarikannya pada dunia musik berawal dari komunitas pecinta budaya Jepang (Jejepangan) di Indonesia sejak tahun 2013, di mana ia aktif meng-cover lagu-lagu J-Pop.
Aya memulai debut solonya di industri musik Indonesia lewat single "Darling Selalu" pada tahun 2016. Namanya semakin dikenal luas setelah single "Roman Romansa" (2018) terpilih menjadi salah satu lagu tema (soundtrack) untuk film layar lebar Terlalu Tampan.
Pada tahun 2019, untuk memperingati warisan karya sang ayah, Aya merilis mini album (EP) bertajuk Tak Ada yang Hilang, di mana ia membawakan ulang lagu legendaris ciptaan ayahnya yang berjudul "Juwita"