Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Followers
Hal yang perlu diketahui
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Bio
Arvian Dwi Pangestu (lahir 1 Juli 1996), dikenal secara profesional sebagai Arvian Dwi saja, adalah seorang penyanyi dan selebritas internet asal Indonesia. Ia terkenal melalui singel "Ajarkan Aku" yang dirilis pada tahun 2021. Arvian juga dikenal sebagai konten kreator yang seringkali membuat cover lagu-lagu terkenal.
Arvian Dwi Pangestu lahir di Jakarta pada 1 Juli 1996. Ia pernah bekerja sebagai pegawai kantoran lalu ia memilih resign dan fokus membuat konten menyanyi karena passion yang ia miliki.
Dalam berkarier di dunia musik, ia mulai membuat konten musik dan cover melalui sosial media Instagram sejak tahun 2019. Arvian mulai banyak dikenal ketika dia mengunggah versi cover yang lebih panjang di YouTube. Di akhir tahun 2019, Arvian semakin populer karena cover "Lugu" milik Celine & Nadya yang hingga kini sudah disaksikan hingga lebih dari 7 juta kali.
Arvian merilis singel debutnya berjudul "Ajarkan Aku" yang berhasil menempati posisi pertama di daftar trending YouTube Music Indonesia. Video musik singel tersebut telah ditonton lebih dari 23 Juta kali. Singel tersebut pun viral di media sosial termasuk TikTok.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.