Sebelum memakai nama panggung solo, Baskara membangun reputasi kuat di kancah musik independen Indonesia bersama .Feast. Ia kemudian memulai proyek solonya dengan nama Hindia pada tahun 2018.Nama panggung "Hindia" terinspirasi dari istilah sejarah "Hindia Belanda" serta karya-karya pelukis legendaris Indonesia, Raden Saleh.
- Debut Solo: Ia merilis EP solo pertamanya, Tidak Ada Salju di Sini (2018), lalu sukses menembus pasar arus utama (mainstream) lewat singel hit seperti "Evaluasi" dan "Secukupnya".
- Album Solo: Album studio debutnya yang menuai banyak pujian, Menari dengan Bayangan, dirilis pada 2019. Ia menyusul kesuksesan tersebut dengan merilis album ganda berskala besar bertajuk Lagipula Hidup akan Berakhir pada tahun 2023.
- Proyek Lain: Selain Hindia dan .Feast, ia juga merupakan salah satu pendiri band Lomba Sihir dan aktif di balik layar sebagai brand manager serta pendiri label rekaman Sun Eater Coven.
Berikut adalah daftar lengkap karya musik Hindia:Album StudioHindia telah merilis tiga album studio utama yang menjadi pilar utama dalam karier solonya:
- Menari dengan Bayangan (2019): Album debut ikonik yang melambungkan namanya. Berisi 15 lagu bertema refleksi diri, trauma, dan proses pendewasaan.
- Singel hit: "Evaluasi", "Secukupnya", "Rumah ke Rumah", "Membasuh" (feat. Rara Sekar).
- Lagipula Hidup akan Berakhir (2023): Album studio kedua berskala besar yang dirilis dalam dua bagian (Bagian I & Bagian II) dengan total 28 lagu. Album ini kental dengan nuansa alternative rock dan membahas isu krisis iklim, finansial, hingga kecemasan masa depan.