
Nama "Tigapagi" diambil dari pandangan tersebut atau juga disebut paradigma dari satu titik waktu tertentu, ketika segalanya akan dimulai di saat segalanya akan berakhir. Jam tergelap menanti benang kejelasan.
Pada awalnya, Tigapagi hanyalah sebuah nama dari banyak karya seni, diambil dari trek lagu, yang berhasil dibajak dengan hasil memuaskan di wilayah Bandung, Indonesia sebagai trek lagu pop yang tidak biasa pada akhir tahun 2004.
Karya seni hantu tanpa daging bernama Tigapagi yang penuh banyak celaan, dendam, dan keluhan pribadi lainnya milik seorang mahasiswa pengembara yang jatuh tanpa nama dan kekayaan sama sekali (dia melakukan semua pekerjaan rekaman hanya dengan PC, PC teman terbaiknya, bukan punya sendiri), mari kita panggil dia "Sigit".
Akhirnya, karyanya didengar oleh salah satu teman terbaiknya, yang pada akhirnya, menyarankan Sigit untuk mengemas karyanya lebih baik dan menyajikannya dengan lebih tepat.
Setelah mempertimbangkan pikiran secara mendalam, Sigit akhirnya memutuskan untuk mengundang dua bersaudara "Eko" dan "Prima", yang juga teman terbaiknya (sebelumnya, ketiganya bergabung dalam band lain yang sama), untuk ikut serta dalam perjalanan baru yang akan datang. Pada awal tahun 2006, melalui proses yang berlangsung, trio itu mulai membentuk bentuk yang lengkap.
Dan sekarang, akhirnya, Tigapagi telah menemukan wadahnya ke dalam dunia fisika realitas, yang dari sekarang setiap mata bisa menyaksikan perjalanan spiritual Tigapagi. Dimulai dari hati, berakhir dengan yang belum terungkap.
Vote your bias — siapa member favoritmu?
Login untuk vote your bias
Artis Serupa

Band

Band

Band

Campuran
Yang lain dari scene-nya
Tigapagi adalah grup musik Indonesia asal Bandung di ranah Pop & Indie Pop, aktif sejak 2013 (lebih dari 13 tahun).
Diskografinya tercatat mencakup 2 album dan 2 single.
Secara digital, Tigapagi menjangkau 26.1 ribu pengikut Instagram, 10 ribu pengikut Spotify, 9.7 ribu subscriber YouTube.
Jadilah yang pertama berkomentar.
Pergerakan peringkat dalam 7 hari terakhir