Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 3 September 2026.
Bio
Shelomita mengawali perjalanan musiknya sejak usia dini dengan belajar piano pada umur empat tahun dan menempuh pendidikan di sekolah musik YPM. Sebelum muncul sebagai penyanyi solo, ia aktif menjadi penyanyi latar untuk band-band besar Indonesia seperti Slank dan Dewa 19. Karier solonya resmi meluncur lewat album debut bertajuk Langkah pada Juni 2000.
Dikenal dengan karakter vokal pop-jazz yang kental, lagu-lagu seperti "Kekagumanku" dan "Prahara Cinta" sukses melejitkan namanya, di mana lagu terakhir turut mengisi soundtrack film legendaris Arisan! Di luar dunia tarik suara, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini juga aktif di dunia seni peran.
Ia mendedikasikan waktunya untuk mengelola lembaga pendidikan Langkahku, mengurus keluarga, serta aktif mengampanyekan pemberian ASI eksklusif hingga meraih penghargaan dari UNICEF.
Setelah sempat vakum cukup lama demi fokus pada keluarga, Shelomita kembali meramaikan industri musik tanah air melalui perilisan beberapa singel terbaru seperti "Harus" (2020) dan "Biarkan Kasih Bernada" (2023).