Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 29 Agustus 2026.
Bio
Koes Plus adalah sebuah grup band musik yang pernah berdiri di Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969, grup musik ini dikenal luas sebagai salah satu pelopor lagu-lagu bergenre pop dan rock and roll di Indonesia, serta salah satu grup musik yang paling produktif dan paling lama berdiri.
Grup musik ini sempat meraih popularitas tinggi selama 1970-an, tetapi popularitasnya menurun jauh sejak meninggalnya personel utamanya, Koestono atau Tonny Koeswoyo pada tahun 1987.
Walaupun begitu, Koes Plus tetap berdiri dan kerap merilis album-album baru, serta mengadakan berbagai konser walau sering beberapa kali mengalami pergantian formasi, grup musik ini juga sesekali masih tampil di beberapa kesempatan pasca reformasi sampai meninggalnya vokalis utamanya, Koesyono atau Yon Koeswoyo, pada Januari 2018.