Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 29 Agustus 2026.
Bio
Amelia Ong (lahir 5 Oktober 1990) adalah seorang penyanyi jazz berkebangsaan Indonesia.
Amelia telah belajar bernyanyi dan bermain piano serta saksofon sejak usia 4 tahun. Ketika pindah ke Jakarta, ia belajar menyanyi kepada Bertha. Dari guru vokalnya tersebut pula, Amelia mengenal sejumlah musisi jazz seperti Idang Rasjidi dan Yance Manusama. Dari situlah ia mulai tampil di pergelaran jazz seperti Java Jazz Festival
Pada 2006, Amelia Ong melanjutkan pendidikannya di Western Australian Academy of Performing Arts di Perth, serta bergabung dengan West Australian Youth Jazz Orchestra. Dari situlah nama panggung Amelia Ong mulai digunakannya. Delapan tahun lamanya Amelia menetap di Perth. Pada tahun 2014 ia kembali ke Indonesia dan menelurkan album self-titled di bawah label Demajors.