DM yang Mengawali Semuanya
Empat member no na nggak ikut audisi buat masuk girl group — mereka direkrut satu-satu lewat medsos, dan minimal dua di antaranya awalnya ngira ini scam. Baila dikontak langsung lewat DM. "Aku rasa semua orang ngerasa kayak ditipu," katanya. Mamanya Baila sampai khawatir ini human trafficking, tapi tetap bikinin visa buat Baila, just in case tawarannya beneran. Esther dan Baila masuk lewat Shaz, yang udah direkrut duluan sama project manager 88rising dan ditanya apakah dia kenal cewek Indonesia lain yang bisa nyanyi atau nari. Shaz udah kenal keduanya dan langsung merekomendasikan — Esther dari Indonesian Idol, Baila dari karier Nyanyinya — tanpa sadar ternyata keduanya udah ada di shortlist scouting 88rising sendiri.
Jalan Christy yang paling aneh. Dia di Lombok dan sama sekali nggak punya background nyanyi, terus didekati orang asing yang nanya apakah dia bisa nyanyi, dan dia langsung males total — "aku enggak bisa nyanyi saat itu," katanya, jadi dia cuma berhenti balas chat. Recruiter 88rising kemudian sengaja komen dan follow akun TikTok dan Instagram Christy biar kelihatan kalau akunnya beneran asli, lalu nyari salah satu teman dekat Christy — sesama penari yang dulu satu latihan gimnastik dan dance — buat ngeyakinin soal kesempatan ini. "Dia sampai bilang mau tanya ke gubernur," cerita Christy, soal seberapa jauh recruiter itu berusaha mastiin identitasnya lewat jaringan lokal Lombok. Temannya itu berkali-kali ngepush Christy — "udah balas belum?" — sampai akhirnya Christy setuju buat interview.
Dua Tahun Sebelum Debut
Apa yang kelihatan mendadak dari luar itu sebenarnya butuh dua tahun artist development — setahun latihan di Jakarta, setahun di LA — sebelum "shoot" rilis. Para member menggambarkannya bukan sebagai latihan ketat ala K-pop, tapi lebih ke diskusi terbuka dua arah sama 88rising soal genre, sound, dan identitas visual. Mereka coba sekitar 500 lagu dari berbagai genre sebelum nemu sound yang kerasa benar-benar "no na", dan "shoot" sengaja dipilih jadi singel debut ketimbang kandidat lain karena lagu ini yang paling "debutable" — catchy buat lintas umur dan selera, bukan yang paling ambisius secara artistik.
Detail yang paling konsisten muncul di semua wawancara adalah apa yang ditekankan coach mereka selama training: bukan koreografi atau teknik vokal, tapi identitas. "Pelatih kita juga sangat nekenin soal kenapa kamu mau jadi bagian dari girl group ini," kata Esther. Mereka disuruh punya dua alasan buat ngelakuin ini — satu buat diri sendiri, satu buat orang-orang yang mau mereka wakili — dan balik lagi ke "why" itu setiap kali tekanannya kerasa berat. Di salah satu wawancara akhir tahun, para member ngaku kalau terakhir kali mereka ditanya langsung apakah mereka bahagia, waktu masa training, mereka berempat nangis; pertanyaan itu nyentil pas tekanan ekspektasi — banyaknya juga dari diri mereka sendiri — udah jadi terlalu berat.
Pertama Kalinya Keluarga Lihat Mereka Tampil
Debut no na di Head In The Clouds LA tanggal 31 Mei 2025 juga jadi pertama kalinya member-membernya tampil di depan orang tua mereka sendiri — setelah dua tahun penuh training yang selama itu mereka nggak pernah nunjukin ke keluarga apa yang sebenarnya mereka kerjain. Para member bilang nervous hari itu hampir semua Keluarga mereka datang ke konser debut Mereka, bukan gugup karena banyak penonton. "Kita belum pernah tampil di depan keluarga kita sama sekali," kata salah satu member, ngegambarin show di LA itu lebih berat secara emosional dibanding show-show di Indonesia yang lebih besar belakangan, karena ada beban keluarga di atas tekanan sebagai penampilan publik pertama mereka sebagai grup.
Reaksi Keluarga, dari Curiga sampai Bangga
Reaksi keluarga soal kesempatan ini awalnya bervariasi, dari bingung sampai curiga total. Papa Christy nggak ngerti nama "88rising" dan awalnya khawatir ini ada hubungan sama acara razia polisi "86", sebelum nyadar kalau itu label-nya Rich Brian dan langsung tenang. Shaz cerita papanya sendiri seorang penyanyi dan Beliau yang udah lama mendorongnya ke industri ini, setelah lihat kesuksesan NIKI dan bilang, "kamu juga bisa kayak gitu" — momen yang dulu Shaz anggap nggak mungkin, karena keluarganya sama sekali nggak ada background entertainment. Belakangan dia sadar, setelah gabung label yang sama kayak NIKI, kalau insting Papanya benar.
FAQ
Gimana sebenarnya member no na direkrut?
Tiga dari empat — Esther, Baila, dan Shaz — terhubung lewat medsos dan referensi pribadi; Shaz direkrut duluan dan merekomendasikan Esther sama Baila, yang ternyata udah masuk shortlist 88rising sendiri. Christy didekati langsung online, awalnya cuek ke pesan itu karena insecure soal kemampuan nyanyinya, dan belakangan diyakinin teman dekatnya setelah 88rising membuktikan identitasnya.
Berapa lama masa training no na?
Dua tahun artist development — kira-kira setahun di Jakarta dan setahun di LA — dibangun lewat diskusi terbuka antara member dan 88rising soal genre, sound, dan arah visual, bukan kurikulum baku.
Kenapa "shoot" dipilih jadi singel debut?
Grup ini coba ratusan lagu dari berbagai genre sebelum nemu sound yang kerasa khas mereka. "Shoot" dipilih khusus karena paling mudah diterima lintas umur dan selera musik, bukan berarti yang paling eksperimental dari semua lagu yang udah mereka rekam.
Benarkah show 31 Mei 2025 di LA itu pertama kalinya keluarga mereka lihat mereka tampil?
Betul — para member bilang langsung kalau meski udah dua tahun training, mereka belum pernah tampil di depan orang tua sebelum show itu, yang menurut mereka lebih bikin deg-degan dibanding ukuran crowd-nya sendiri.
