Tidak ada satu pun penonton yang harus berdiri berdesakan di salah satu konser terbesar di Jakarta akhir pekan lalu. Pada 4-5 Juli, Bigu Fest menyulap Stadion Madya GBK menjadi hamparan tikar yang menggantikan area standing pit. Tiket untuk kedua hari tersebut ludes terjual bahkan sebelum gerbang dibuka—sebuah sinyal kuat bahwa festival berkonsep piknik kini semakin menjamur dan menjadi pilihan hiburan akhir pekan favorit di Jakarta.
Pengalaman Menonton yang Lebih Memikat dari Sekadar Lineup
Daya tarik utama Bigu Fest justru bukan hanya pada deretan pengisi acaranya, melainkan pada satu aturan main yang unik: tidak ada standing pit, tidak ada kursi bernomor, hanya ada tikar yang digelar di atas rumput. Konsep inilah yang menemani penampilan Rizky Febian and Friends, Ghea Indrawari, Tenxi x Indahkus, serta Akujeje x Baila di hari pertama. Sementara pada hari kedua, panggung dimeriahkan oleh Rony Parulian, Sal Priadi, Perunggu, Nadin Amizah, Idgitaf, dan Naykilla.
Ludes Dua Tahun Berturut-turut, Bukan Sekadar Tren Sesaat
Konsep konser lesehan ini sebenarnya sudah diterapkan Bigu Fest sejak 2025. Saat itu, Event Fest ID menobatkannya sebagai salah satu festival musik piknik terbesar di Jakarta. Keberhasilan edisi tahun ini membuktikan bahwa konsep tersebut bukan sekadar eksperimen coba-coba; tiketnya sukses terjual habis dua tahun berturut-turut dengan panggung yang sepenuhnya didedikasikan untuk musisi lokal.
Tiga Penyelenggara Berbeda dalam Visi yang Sama
Bigu Fest bukanlah satu-satunya acara berkonsep piknik di ibu kota. Sepekan sebelumnya, Semasa Piknik sukses mengambil alih Lapangan Banteng dengan gagasan serupa: memadukan tur jalan kaki, bazar ekonomi kreatif lokal, dan deretan stan makanan. Semuanya dibangun mengelilingi sebuah pertunjukan musik bergaya piknik yang santai, jauh dari format panggung berbarikade yang kaku.
Di samping kedua acara tersebut, Kementerian Pariwisata juga rutin menggelar seri konser piknik mereka sendiri, "Sunset di Kebun", sepanjang tahun 2026. Ini menunjukkan ada tiga penyelenggara berbeda yang mengeksekusi visi serupa, bahkan dalam rentang waktu yang saling berdekatan.
Mengapa Konsep Lesehan Lebih Diminati?
Duduk beralaskan tikar di atas rumput menawarkan kenyamanan yang tidak bisa didapatkan saat berdiri berdesakan di pit. Format santai ini sangat ramah bagi keluarga, penonton dewasa, hingga mereka yang mungkin hanya menonton konser sekali dalam setahun—sekaligus meniadakan risiko kelelahan dan desak-desakan.
Karakter pengisi acaranya pun sangat selaras dengan format ini. Musisi seperti Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Perunggu bertumpu pada kekuatan lirik dan melodi; basis penggemar mereka datang untuk bernyanyi dan meresapi lagu, bukan untuk moshing. Pemandangan hamparan tikar piknik ini menciptakan citra visual yang estetik dan bertolak belakang dengan keriuhan mosh pit, menjadikannya daya tarik yang viral di media sosial bahkan sebelum musisi pertama tampil.
Validasi Tren yang Masih Menunggu Pembuktian
Meski terlihat sukses, sejauh ini belum ada satu pun penyelenggara yang memublikasikan angka pasti terkait jumlah tiket terjual maupun total kapasitas yang terpakai. Status sold out memang mengonfirmasi tingginya permintaan, namun belum bisa menjawab rincian seperti seberapa besar penonton yang tertampung, efektivitas harga tiket, hingga persentase penonton pendatang baru.
Pembuktian sesungguhnya dari format ini justru ada di paruh kedua 2026. Jika "Sunset di Kebun" berhasil menyelesaikan seluruh jadwalnya dan Bigu Fest berlanjut ke edisi ketiga, maka konser lesehan tidak lagi sekadar tren musiman, melainkan telah berdiri sebagai kategori tersendiri di industri festival Jakarta. Sebaliknya, jika penyelenggara perlahan mengembalikan format standing pit, maka kesuksesan dua tahun terakhir ini mungkin lebih dipengaruhi oleh daya tarik lineup ketimbang pergeseran minat pada format acara.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan konser lesehan?
Konser lesehan adalah format pertunjukan musik di mana penonton duduk beralaskan tikar di area terbuka, tanpa adanya standing pit maupun kursi bernomor. Istilah ini diadaptasi dari budaya Indonesia, yakni duduk di lantai atau tikar saat makan dan berkumpul santai.
Di mana saja festival berkonsep piknik digelar di Jakarta pada 2026?
Bigu Fest menempati Stadion Madya GBK pada 4-5 Juli, Semasa Piknik diselenggarakan di Lapangan Banteng sepekan sebelumnya, sementara seri "Sunset di Kebun" dari Kementerian Pariwisata berlangsung sepanjang tahun.
Sumber
- Froyonion, "Bigu Festival: Asyiknya Nonton Konser dan Belajar Insights Baru Sambil Lesehan"
- Event Fest ID, "Bigu Fest 2025: Festival Piknik Musik Terbesar di Jakarta Sukses Digelar!"
- Indonesia.travel, "Semasa Piknik 2026"
- Koran Jakarta, "Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 27-28 Juni 2026"
- Kemenpar, "Sunset di Kebun 2026"
