Bagi Danang Joedodarmo, musik bukan sekadar hiburan. Gitaris dan vokalis Tashoora ini dikenal lewat lagu-lagu yang membahas berbagai persoalan sosial, seperti diskriminasi, hak penyintas, dan isu kemanusiaan yang jarang dibahas di musik pop Indonesia.
Tumbuh di Berbagai Kota
Danang menghabiskan masa kecil dan remajanya di Jakarta, Samarinda, dan Yogyakarta. Ketertarikannya pada musik dimulai saat belajar bermain keyboard ketika masih remaja. Beberapa tahun kemudian, ia mulai tampil di berbagai acara musik di Samarinda sebelum akhirnya beralih memainkan bass.
Saat tinggal di Yogyakarta, Danang membentuk sebuah band bergenre funk bersama teman-teman sekolahnya. Band tersebut sempat memenangkan beberapa kompetisi musik di kota itu. Setelah itu, ia bergabung dengan band folk Tik! Tok! sebagai gitaris ritme sekaligus penulis lagu utama.
Membentuk Tashoora
Pada September 2016, Danang bersama Dita Permatas dan Gusti Arirang mendirikan Tashoora di Yogyakarta. Sejak awal, mereka ingin membuat musik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memiliki pesan.
Album perdana Tashoora berisi sembilan lagu yang mengangkat berbagai isu sosial yang terjadi di masyarakat.
Lagu "Sintas"
Menjelang akhir 2019, Tashoora bekerja sama dengan Narasi dan PUSAD Paramadina untuk membuat lagu tentang para penyintas diskriminasi. Lagu tersebut menceritakan bagaimana seseorang bisa menerima pengalaman pahit di masa lalu, bangkit, dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Single berjudul "Sintas" resmi diperkenalkan kepada publik pada Februari 2020 dalam sebuah acara di Yogyakarta.
Musik dan Kebebasan Berekspresi
Selain bermusik, Danang juga sering berbicara tentang kebebasan berekspresi. Dalam podcast Punggung Panggung pada 2021, ia menjelaskan bahwa memakai makeup adalah bentuk ekspresi diri yang tidak seharusnya dibatasi oleh gender.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Tashoora yang sering mengangkat tema hak asasi manusia dan kesetaraan melalui musik mereka.
Rindu Kembali ke Atas Panggung
Saat pandemi COVID-19 membuat pertunjukan musik berhenti, Danang mengaku sangat merindukan suasana konser dan bertemu langsung dengan penonton. Dalam wawancara dengan Kompas.id pada 2021, ia mengatakan bahwa interaksi dengan penonton adalah bagian penting dari perjalanan bermusik.
Kenapa Danang Joedodarmo Menarik untuk Diikuti
Di tengah banyaknya musisi pop Indonesia, Danang Joedodarmo memilih jalan yang berbeda. Ia menggunakan musik sebagai media untuk menyampaikan pesan tentang berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Karena itulah, karya-karya Danang dan Tashoora tidak hanya menarik untuk didengarkan, tetapi juga mengajak pendengarnya untuk memahami dan memikirkan berbagai isu yang terjadi di sekitar mereka.
Sumber: Kompas.id, Harian Jogja, ANTARA, JUNI Records
