Dania Joedodarmo bukan tipe musisi yang puas kalau lagunya cuma enak didengar. Gitaris sekaligus vokalis Tashoora ini dikenal berbicara lewat karya.
Dia berbicara soal diskriminasi, penyintas, dan isu-isu yang jarang disentuh oleh panggung pop. Kompas.id bahkan pernah merangkum sosoknya dalam satu frasa: Mengkritik lewat lagu.
Tumbuh di Tiga Kota, Dewasa di Yogyakarta
Lahir 21 September 1990, Dania tumbuh berpindah-pindah antara Jakarta, Samarinda, dan Yogyakarta. Ia mulai bermain keyboard di umur 12 tahun, sempat manggung di Samarinda bersama berbagai band pada 2003-2005, lalu beralih ke bass pada 2005 karena terinspirasi kakaknya.
Di bangku SMA di Yogyakarta, ia membentuk band funk bernama M-One bersama teman-temannya — band yang sempat memenangkan sejumlah kompetisi di kota itu. Dari sana jalannya berlanjut ke Tik! Tok!, band folk Yogyakarta tempat Dania berperan sebagai gitaris rythm, backing vokal, sekaligus penulis lagu utama.
Tashoora dan Lagu-Lagu yang Berpihak Pada Rakyat
Pada September 2016, Dania ikut membentuk Tashoora di Yogyakarta bersama Dita Permata, Gusti Arirang, Mahesa Santoso, Danu Wardhana, dan Sasi Kirono. Sejak awal, band ini sudah menempatkan isu sosial sebagai bahan bakar utama Mereka, album perdana mereka berisi sembilan lagu yang menyinggung berbagai persoalan di masyarakat.
Arah Karya Tashoora makin tegas pada akhir 2019. Setelah berdiskusi dengan Narasi dan Pusad Paramadina, Dania dan Tashoora menggarap lagu tentang korban diskriminasi, bagaimana mereka berdamai dengan masa lalu dan menjalani hari-harinya. Hasilnya Karya mereka diperkenalkan ke publik pada Februari 2020 lewat single "Sintas" di sebuah acara media di Yogyakarta.
Lebih dari Sekadar Panggung
Di luar musik, Dania Joedodarmo juga vokal soal Pengekspresian diri. Dalam podcast Punggung Panggung (2021), ia bicara panjang soal makeup sebagai bentuk ekspresi yang tidak terikat gender, sikap yang sejalan dengan perjalanan Tashoora menyuarakan isu hak asasi manusia.
Sisi manusiawinya juga pernah terekam Kompas.id pada April 2021, saat pandemi Dania mengaku rindu riuh penonton. Buat musisi yang lagunya hidup dari dialog dengan pendengarnya, kerinduan Dania ini gak cuma basa basi.
Kenapa Tashoora Layak Disimak
Di tengah skena pop Indonesia yang makin ramai, Dania Joedodarmo mewakili jalur yang berbeda: musik sebagai ruang bersuara. Selama isu-isu yang ia angkat masih relevan, lagu-lagunya dari Tashoora akan tetap punya tempat di hati Fans mereka , karena karya mereka bukan cuma sekadar hiburan.
Sumber: Kompas.id, Harian Jogja, ANTARA, Kompas.id
