Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Followers
Hal yang perlu diketahui
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Bio
Yopie Latul (7 September 1955 – 9 September 2020) adalah seorang penyanyi Indonesia asal Ambon, Maluku. Ia mulai dikenal masyarakat setelah merilis singelnya yang bertajuk "Ayun Langkahmu" ciptaan Elfa Secioria dan Wieke Gur pada tahun 1986. Selain itu, Yopie juga dikenal berkat lagu "Kembalikan Baliku" ciptaan Guruh Soekarnoputra, yang ia bawakan pada Festival Lagu Populer Indonesia 1987 bersama paduan suara Swara Mahardhika.
Yopie juga terkenal karena mempopulerkan lagu etnik bergenre musik house "Poco-Poco" (1995), yang hingga saat ini digunakan sebagai lagu senam dengan nama sama,. Lagu tersebut menghantarkannya menerima piala Anugerah Musik Indonesia 2001 dalam kategori Penyanyi Disco/House Music/Rap/Dance Music Terbaik.
Yopie meninggal dunia pada 9 September 2020 pukul 16.02 WIB setelah dinyatakan positif COVID-19 dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir Blok. AI Blad. A64 Petak. 0599, Jl. Bintaro Raya, Kby. Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jakarta.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 14 September 2026.