Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Followers
Hal yang perlu diketahui
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Bio
YNCX 404 merupakan nama panggung dari salah satu produser musik digital, DJ, dan remixer berbakat asal Indonesia yang berfokus pada skena musik elektronik independen. Namanya mulai dikenal luas di industri musik digital berkat keahliannya dalam meracik lagu-lagu remix yang memadukan berbagai sub-genre musik dansa lokal. Format musik yang diusungnya meliputi Jedag-Jedug (JJ), Funkot (Funky Kota), Breakbeat, hingga aransemen bergaya Thailand Style/Drill yang sedang sangat digandrungi di media sosial. Sebagian besar pendengar setianya berasal dari platform digital seperti Spotify, TikTok, dan YouTube, di mana karyanya kerap dijadikan sebagai musik latar untuk tren video pendek yang viral di Asia Tenggara.
Sebagai musisi independen, YNCX 404 dikenal sangat produktif dalam menelurkan karya-karya baru. Hal yang membuat profil musiknya unik adalah kemampuannya dalam mengadaptasi tren pop kultur global maupun lokal ke dalam ketukan bass yang candu. Beberapa karya populernya di platform musik digital antara lain "DJ We Don't Talk Anymore", "DJ Melek O Sayang Aku Seng Berjuang", hingga remix lagu tema anime yang dikemas dengan aransemen Anti Jedag-Jedug. Berdasarkan data demografi pendengarnya, YNCX 404 memiliki basis penggemar yang sangat solid di pasar domestik Indonesia serta merambah ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.