
Hendarso atau lebih dikenal dengan Kang Darso (12 Agustus 1945 – 12 September 2011) adalah penyanyi yang sudah menghasilkan ratusan karya lagu bernuansa pop Sunda Indonesia. Selama berkarir sebagai penyanyi, Ia dibantu oleh pencipta lagu seperti Uko Hendarto, Doel Sumbang, Oon B., dan Yayan Jatnika.
Ia juga dikenal sebagai Michael Darso Si Raja Pop Sunda.
Darso memulai karier pada tahun 1962 sebagai pemain bas pada grup musik Nada Karya di Gedung Wanita untuk mengiringi Tetty Kadi dan Lilis Suryani, dan Nada Kencana. Sempat bergabung dengan band milik Pusat Persenjataan Kavaleri Bandung. Ia berhenti terkena imbas peristiwa G 30 S/PKI.
Pada 1967, Darso ikut bergabung ke dalam grup calung Layungsari (Padasuka) milik kakaknya, Uko Hendarto. Selain itu, Darso juga bergabung dengan grup calung Balebat pimpinan Yaya, asal Padasuka, Cicaheum, Bandung. Tercatat, Darso juga bergabung dengan grup calung Dayangsari (Garungggang).
Pada tahun 1968, Ia memulai lagi kariernya lagi bersama sang kakak Uko Hendarso menggarap musik dengan instrumen utama yaitu "Calung" salah satu lagu yang diminati waktu itu "Kiamat'. Darso mengenal musik Calung lewat Endang Taryana atau yang lebih dikenal dengan nama Endang Jebrag.
Selanjutnya, atas arahan S. Hidayat, Darso diajak untuk tampil pada RRI bersama grup Baskara Saba Desa. Ia merekam album yang berjudul Volume 1 bersama grup Layung Sari iringan Ali Wijaya. Lagu-lagunya karya Koko Koswara dan Uko Hendarto.
Pada 1974, Darso bergabung dengan grup calung Jebrag. Ia bermain bersama Endang Jebrag, Mang Tanu, Mang Udi, Endang Cengos, Dedi Kusnaedi, serta penyanyinya Yetti Syarifah dan Deti Kurnia. Saat ini lah, Darso diperkenalkan pada calung kawih untuk mengiringi kawih.
Pada 1974, Ia memulai rekaman di bawah label Asmara Record milik Kim Seng, kakak seniman Tan De Seng di atas pita kaset dan meliris album dalam bentuk piringan hitam. Beberapa lagu yang terkenal yaitu "Kembang Tanjung", "Cangkurileung", dan "Panineungan". Dalam album yang Ia rekam, Darso selalu menambahkan lagu Mang Koko.
Dalam kurun waktu 1975 hingga 1985, Darso bersama grupnya mengikuti program dari Menteri Penerangan untuk menyampaikan program-program dan mengamen ke pelosok daerah di Jawa Barat. Saat inilah, Darso berpindah ke beberapa grup calung, seperti Kuesta (1975), Flamboyan (1976) dan kembali ke Jebrag lagi (1978).
Hingga pada 1978, Darso membentuk grup calung Darso'78.
Vote artis favoritmu
Login untuk vote your bias
Artis Serupa
Yang lain dari scene-nya
Jadilah yang pertama berkomentar.
Yayan Jatnika adalah musisi Indonesia asal Indonesia di ranah Asian & Indonesian Folk.
Diskografinya tercatat mencakup 9 album.
Secara digital, Yayan Jatnika menjangkau 44.8 ribu pengikut Instagram, 46.3 ribu pengikut Spotify.
Pergerakan peringkat dalam 7 hari terakhir