Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 14 September 2026.
Bio
Titiek Sandhora yang lahir dengan nama Oemijati (lahir 20 Januari 1954) adalah penyanyi dan aktris Indonesia. Nama "Sandhora" diberikan saat Titiek masih balita setelah sang ayah pulang dari tugas bersama Kontingen Garuda di Mesir dan Kongo. Rekaman pertamanya di usia 15 tahun menghasilkan lagu "Si Bontjel" (Si Boncel) yang langsung disukai banyak orang.
Lagu-lagunya kemudian hampir setiap hari diputar di radio, termasuk radio swasta yang baru bermunculan di banyak kota pada akhir tahun 1960-an.
Lagu duetnya dan sang suami yang terkenal adalah "Hatimu Hatiku", "Halo Sayang", "Dunia Belum Kiamat", "Pertemuan Adam dan Hawa" dan "Jangan Marah". Di era ketika popularitas lagu hanya ditopang lewat medium radio, lagu-lagu mereka benar-benar merakyat di awal 1970-an. Pasangan tersebut terbukti paling populer, sehingga kemudian mereka menikah pada 1972 dan mempunyai tiga anak yaitu Bobby Sandhora, Beby, dan Bella, ditambah dengan tiga cucu.
Selain bernyanyi, Titiek juga terjun ke dunia film. Film perdananya berjudul "Awan Djingga" yang dirilis pada tahun 1970. Titiek Sandhora juga bermain dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan di RCTI yang berperan sebagai Nova.