
Silampukau merupakan band indie folk yang berasal dari Surabaya, Indonesia yang pertama kali terbentuk pada tahun 2009. Mengalunkan musik sendu dengan lirik-lirik kritis. Penampilan duo Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening menjadi khas karena hampir semua lagu bergenre folk yang mereka bawakan itu bercerita tentang Surabaya.
Mulai permasalahan sosial, suasana kota, hingga perempuan penghiburnya. Potret Surabaya pada lagu-lagu Silampukau memang tak sepenuhnya manis. Mereka berusaha menggambarkan wujud Kota Pahlawan secara apa adanya. Hiruk pikuk jalanan, lokalisasi Dolly (Si Pelanggan), kemacetan Jalan Ahmad Yani (Malam Jatuh di Surabaya) .
Di tengah arus musik Indonesia yang cenderung ke arah genre pop dan rock, Silampukau justru menekuni jalur musik folk. Hal itu, kata Kharis dan Eki, dibuat bukan tanpa alasan. ”Karena keterbatasan untuk membeli gitar elektrik ya kami susah bermain rock. Dengan gitar bolong, kami lalu bermain folk,” ujar Eki.
Namun, lebih jauh dari itu, musik folk dianggap memiliki ruang luas untuk mengeksplorasi. ”Folk punya potensi eksplorasi yang lebih luas daripada genre lain, tetapi itu bagi kami. Eksplorasi yang dimaksud adalah dalam menulis lagu, bukan dalam konteks suara atau yang lain,” kata Kharis.
Vocals/Acoustic Guitar
Vote your bias — siapa member favoritmu?
Login untuk vote your bias
Artis Serupa

Band

Band

Band

Band
Yang lain dari scene-nya
Silampukau adalah grup musik Indonesia asal Surabaya di ranah Pop, aktif sejak 2011 (lebih dari 15 tahun).
Diskografinya tercatat mencakup 1 album dan 2 single.
Secara digital, Silampukau menjangkau 59.9 ribu pengikut Instagram, 113 ribu pengikut Spotify, 17.2 ribu subscriber YouTube.
Jadilah yang pertama berkomentar.
Pergerakan peringkat dalam 7 hari terakhir