Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.
Bio
Ungu (artinya 'Ungu') adalah band rock Indonesia yang dibentuk di Jakarta pada tahun 1996. Nama sebelumnya adalah Glasses (1992–1995) dan Glover (1995–1996). Anggota grup saat ini terdiri dari vokalis Pasha, gitaris Enda dan Onci, bassis Makki, dan drummer Rowman.
Mereka diakui luas sebagai salah satu band pop-rock paling sukses dan berpengaruh di Indonesia, menikmati popularitas yang sangat besar tidak hanya di negara asal mereka tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara tetangga.
Ungu sangat dikenal karena single romantis hits mereka, seperti "Demi Waktu", "Tercipta Untukku", "Andai Ku Tahu", dan "Kekasih Gelapku". Mereka juga diapresiasi karena mempopulerkan genre musik pop-religius modern di Indonesia selama bulan suci Ramadan.