Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Lagu yang dipakai pengguna: 70%
Followers: 30%
Hal yang perlu diketahui
Bio
Nursery Rhymes adalah sebuah band punk rock asal Bali, Indonesia, yang resmi terbentuk pada awal tahun 2019.
Band ini pertama kali lahir dari ide dua pendirinya, Deyas dan Edi, yang sudah berteman lama dan memiliki visi untuk membentuk sebuah band tribute atau cover yang membawakan lagu-lagu milik Social Distortion, band punk rock legendaris asal Amerika Serikat.
Guna melengkapi formasi grup tersebut, Edi kemudian mengajak Gus Eka untuk mengisi posisi bass dan Ari pada bagian lead gitar. Pemilihan nama "Nursery Rhymes" sendiri diambil langsung dari salah satu judul album milik Social Distortion.
Meskipun pada awalnya nama ini dipilih secara mendadak demi kebutuhan panggung, para personel band ini akhirnya menemukan makna filosofis yang mendalam di baliknya. Mereka mengartikan nama tersebut sebagai "tembang perawatan".
Melalui filosofi ini, Nursery Rhymes menaruh harapan besar agar karya musik dan pergerakan mereka dapat ikut serta dalam berbagai upaya positif untuk merawat lingkungan sekitar, menjaga komunitas musik lokal, serta menyebarkan kepedulian sosial.
iPop Files ngikutin musik pop Indonesia — chart-nya, rilisan barunya, dan artis di baliknya.
Komentar (0)
Jadilah yang pertama berkomentar.
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 31 Oktober 2026.