
Segar nan unik, Hightime Rebellion adalah band indie Indonesia yang mencampurkan Britpop, funk, folk, beat dan baseline psikedelik dari musik House, ditambah dengan suara vokalis perempuan yang seksi, membentuk genre musik yang khas.
Album mendatang mereka yang mencakup single 'Crest of Mind', 'Waking Hour', 'Writer in the Window' dan yang paling menonjol 'All Things Borrowed', terdengar seperti lagu-lagu Blondie yang dipengaruhi Beatles dengan suasana yang mengingatkan pada The Mamas and the Papas.
Rendy Surindrapati (vokalis/pianis/gitaris ritme), Jason Sutrisno (gitaris), Pulung Wahyudi (basis), dan Reza Arafat (drummer) yang sudah lama berteman membentuk band di Jakarta pada 2007. Adji Dimas Ramayanda (gitaris) dan Miyane Soemitro bergabung kemudian dan mengkristalkan suara khas band dengan vokal harmonis, gitar melodi yang terkoordinasi, dan bass yang berani.
Hightime Rebellion mendapat popularitas awal dan penggemar setia melalui scene musik klub seperti Indo Dance Music Festival dan Revive, kemudian beralih ke pertunjukan indie seperti JKT: Superbad!, RRREC Music Festival, Time Out on the Up BDG: Minimaliste, Interlude. Mereka akhirnya menarik perhatian publik melalui acara besar seperti Nylon Music Festival 2011, Trax FM Terusik Traxkustik 2011 dan Java Rockin'land 2011.
Pada 2011, Hightime Rebellion menjadi band pertama 'non-Bandung' di bawah label rekaman FFWD dan saat ini sedang mempersiapkan album debut mereka. Untuk informasi pertunjukan mendatang, ikuti @hightimeband, hubungi Marine Ramdhani dari FFWD Records di 0818220164 atau email hightime.rebellion@gmail.com.
Hightime Rebellion adalah grup musik Indonesia asal Jakarta, aktif sejak 2013 (lebih dari 13 tahun). Secara digital, Hightime Rebellion menjangkau 943 pengikut Instagram, 874 pengikut Spotify, 180 subscriber YouTube.
Vote your bias — siapa member favoritmu?
Login untuk vote your bias
Pergerakan peringkat dalam 3 hari terakhir