Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.
Bio
Agus Teja Sentosa atau lebih dikenal dengan nama Gus Teja adalah seorang pemain suling dari Indonesia yang telah dikenal hingga manca negara. Ia merupakan putra keempat dari pasangan I Nyoman Kadjil dan Ni Wayan Darpini. Setelah lulus dari SMA Negeri 3 Denpasar, ia melanjutkan pendidikan di ISI Denpasar pada tahun 2000-2004 dan memulai kariernya di bidang musik.
Gus Teja mulai memainkan suling semenjak di Sekolah Dasar, meskipun pada saat itu ia lebih banyak berlatih memainkan gamelan Bali. Kecintaannya pada suling membuat Gus Teja mengoleksi dan memainkan berbagai jenis seruling dari berbagai belahan dunia, seperti Native American, panflute, ocarina, hulusi, bansuri, quena, dizi, dan penny whistle.
Pada April 2008, Gus Teja membentuk grup musik yang ia beri nama Gus Teja World Music. Grup musik tersebut meluncurkan album perdana mereka pada akhir tahun 2009 yang mereka beri judul Rhythm of Paradise. Komposisi musik Morning Happiness pada album tersebut membawa mereka pada kancah permusikan manca negara sehingga mereka memiliki banyak penggemar dari seluruh dunia.