
Farel Prayoga jadi nama yang tiba-tiba meledak di seluruh Indonesia gara-gara satu momen: penampilannya menyanyikan "Ojo Dibandingke" di Istana Negara pada perayaan HUT RI ke-77, Agustus 2022, di depan Presiden Joko Widodo. Videonya yang menampilkan Farel dengan gaya khasnya — pakai kacamata hitam, gestur tangan yang lucu, dan suara cempreng yang energik — langsung viral dalam hitungan jam dan jadi bahan obrolan di mana-mana, dari grup WhatsApp keluarga sampai linimasa Twitter.
Sebelum momen itu, Farel sudah dikenal di kalangan penggemar musik dangdut koplo dan campursari sebagai anak kecil dengan suara yang nggak main-main. Lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, ia tumbuh di lingkungan yang dekat dengan musik tradisional Jawa, dan mulai tampil di acara-acara lokal sejak usianya masih sangat muda. Gaya menyanyinya yang ekspresif — kadang serius, kadang jenaka — bikin dia beda dari penyanyi cilik kebanyakan, karena dia nggak cuma menyanyi tapi juga "menghayati" lagu dengan mimik dan gerak tubuh yang khas.
"Ojo Dibandingke", lagu ciptaan Abah Lala yang sebenarnya sudah populer lebih dulu lewat versi NDX A.K.A, jadi makin meledak setelah dibawakan ulang oleh Farel dengan aransemen koplo yang lebih kalem tapi tetap catchy. Lagu ini berisi pesan sederhana soal menerima diri sendiri tanpa harus dibanding-bandingkan dengan orang lain — sesuatu yang ternyata relate banget buat banyak orang, dari anak sekolah sampai orang dewasa yang lagi insecure di kantor.
Setelah momen Istana itu, nama Farel langsung jadi incaran banyak pihak. Ia diundang ke berbagai acara televisi nasional, bertemu sejumlah pejabat, dan mendapat berbagai bentuk apresiasi dari pemerintah daerah maupun pusat. Tapi yang menarik, di tengah hype yang luar biasa besar itu, Farel tetap digambarkan publik sebagai anak yang membumi — nggak neko-neko, dan tetap menunjukkan rasa hormat ke orang tua maupun lingkungan sekitarnya saat diwawancara media.
Kisah Farel sering disebut sebagai contoh bagaimana musik daerah — dalam hal ini koplo dan campursari yang identik dengan Jawa Timuran — bisa menembus arus utama nasional lewat momentum yang tepat. Ia jadi bagian dari gelombang penyanyi cilik dangdut yang makin diperhitungkan di industri musik Indonesia, sekaligus bukti bahwa panggung sekelas Istana Negara bisa jadi pintu masuk besar buat talenta dari daerah yang sebelumnya hanya dikenal di lingkup lokal.
Momentum ini juga membuka jalan bagi Farel untuk merilis lagu-lagu baru dan berkolaborasi dengan musisi dangdut maupun campursari lain, memperluas jangkauannya dari sekadar "anak viral" menjadi penyanyi cilik dengan karier yang lebih berkelanjutan. Banyak pengamat musik menilai fenomena Farel mencerminkan bagaimana algoritma media sosial dan siaran televisi nasional bisa saling memperkuat — sebuah video pendek yang awalnya hanya rekaman acara kenegaraan bisa berubah jadi pemicu tren nasional dalam waktu singkat, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi pada musisi dangdut koplo dari daerah. Fenomena ini juga memicu diskusi di kalangan pelaku industri musik soal bagaimana lagu-lagu dangdut koplo, yang selama ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian media arus utama, ternyata punya daya jangkau yang sangat luas begitu mendapat panggung yang tepat dan momentum yang pas.
Yang membedakan Farel dari sejumlah fenomena viral lain adalah daya tahannya. Berbeda dengan banyak tren media sosial yang cepat tenggelam begitu hype mereda, nama Farel tetap disebut-sebut dalam pemberitaan musik nasional setahun atau lebih setelah momen Istana tersebut, menunjukkan bahwa popularitasnya tidak semata bergantung pada satu video viral, melainkan juga pada kualitas vokal dan kemampuan panggungnya yang memang sudah terlatih sejak kecil di lingkungan musik tradisional Banyuwangi.
Vote artis favoritmu
Login untuk vote your bias
Artis Serupa

Solo

Solo

Solo

Solo
Yang lain dari scene-nya
Farel Prayoga adalah musisi Indonesia asal Banyuwangi di ranah dangdut & pop music.
Diskografinya tercatat mencakup 40 album.
Secara digital, Farel Prayoga menjangkau 29 ribu pengikut Instagram, 217.5 ribu pengikut Spotify, 786 ribu subscriber YouTube.
Jadilah yang pertama berkomentar.
Pergerakan peringkat dalam 7 hari terakhir