Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.
Bio
Eza Syaffudin Rochman (lahir 19 Februari 1982) atau dikenal sebagai Eza Yayang adalah penyanyi dan pemeran berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan anggota dari D.O.T dan Om-Om.
Eza Yayang adalah aktor dan penyanyi. Ia memulai karier di dunia hiburan pada tahun 1989 sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal 90-an dengan album perdananya Eh Copot-copot. Dengan gaya khas ala Michael Jackson, ia yang gemar breakdance ini turut mempopulerkan beberapa album anak-anak yang sukses di pasaran. Ia pernah diundang ke Brunei Darussalam untuk mengisi acara yang diadakan oleh keluarga kesultanan.
Pada 5 September 1997, ia membentuk grup musik bersama sang kakak, yakni Adam Glen Dolly dengan nama D.O.T, yang berhasil menarik perhatian Musica Studio's untuk merilis album pertamanya pada tahun 1998 berjudul Jangan-jangan dengan single hit Jangan-jangan ini yang dipengaruhi oleh ABBA dari lagu "Does Your Mother Know". Tahun berikutnya, ia kembali merilis album kedua.
Pada tanggal 16 Mei 2013, ia menikahi Ketty Katalya Shufiyani. Ia juga diberi gelar kehormatan, yaitu Sutan Marajo oleh keluarga dari mempelai perempuan. Pada 1 September 2015, mereka dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Aquilla Arabella Zakey,dan lahir lagi anak kedua yang bernama Alleiqa Qaelula Zakey pada tahun 2024