Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Lagu yang dipakai pengguna: 70%
Followers: 30%
Hal yang perlu diketahui
Bio
Franco Wellyjat Medjaya Kusumah atau Enda (lahir 4 Maret 1976) Ia memulai kariernya sebagai gitaris utama pada usia 17 tahun untuk mendirikan Cross Heart bersama Adrian Yunan Faisal (bassist), Cholil Mahmud (vokalis), Indra "The Titans" (gitaris ritme; mantan bassis Peterpan - sekarang Noah) dan Suyudi Quyud (drummer) pada tahun 1993 hingga 1998.
Setelah Cross Heart dibubarkan karena rekaman dan menunda ini akibat krisis moneter sejak 1998, kemudian Enda menjadi teknisi gitar untuk gitaris band Ungu untuk menggantikan Eki sebagai gitaris dari tahun 1999 hingga 2001, Ketika kebutuhan akan gitaris kedua muncul sekaligus sebagai pengisi vokal, Enda membuktikan bahwa ia adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi itu.
Pria yang sempat kuliah di fakultas hukum Universitas Sam Ratulangi
Enda sempat kecanduan narkoba sampai akhirnya bertemu dengan Makki dan Pasha yang menyadarkannya.
Enda menikah dengan Eka Wilestari pada 17 Desember 2005. Tanggal 16 Agustus 2006 Mereka dikaruniai anak pertama, Azahra Leola Wicuda. Tanggal 9 Desember 2010 Mereka dikarunai anak kedua, Azahbel Lyrna Winola. Tanggal 28 Januari 2016 Mereka dikarunai anak ketiga, Azahlya Latifa Wianda.
iPop Files ngikutin musik pop Indonesia — chart-nya, rilisan barunya, dan artis di baliknya.
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 31 Oktober 2026.