Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.
Bio
Dodit Wahyudi Mulyanto, S.Pd. (lahir 30 Juni 1985) adalah pelawak tunggal, pemeran, presenter, dan penyanyi berkebangsaan Indonesia. Dodit mulai dikenal secara luas setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim keempat.
Sebelum terjun ke dunia hiburan, Dodit berprofesi sebagai guru musik di SD Katolik Santa Clara Surabaya dan SMP Katolik Santa Clara Surabaya.
SLTPN 3 Blitar
SMAK Diponegoro Blitar
Universitas Sebelas Maret, S-1 Pendidikan Geografi (lulus)
Dodit pertama kali tampil melawak tunggal di sebuah kafe di Surabaya pada tahun 2012. Saat itu ia maju ke panggung tanpa persiapan apapun, dikarenakan teman-temannya yang memaksa Dodit untuk mencoba.
Setelah itu, Dodit mengikuti ajang Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim keempat. Ia tersisih di penampilan ke-13.