Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 14 September 2026.
Bio
Memasuki tahun keempat perjalanan duo selector, Diskoria, yang terdiri dari Merdi Simanjuntak dan Fadli Aat. Pada tahun 2019 mereka siap mempersembahkan sesuatu yang baru dengan merilis single debut mereka. Diskoria sendiri adalah grup duo selector, memainkan lagu-lagu Indonesia terpilih dari era 80an hingga kala ini di setiap penampilan panggung.
Bermula dari penampilan Merdi dan Aat di acara pertama Suara Disko pada tahun 2015, itulah menjadi titik temu dengan kolektif penulis lagu Laleilmanino, yang hadir sebagai tamu undangan di acara tersebut.
Laleilmanino sendiri terdiri dari Arya Aditya Ramadhya (Lale) dan Ilman Ibrahim Isa dari Maliq & D'essentials, serta Anindyo Baskoro (Nino) dari RAN. Hingga akhirnya Merdi dan Aat mulai tampil dari panggung ke panggung dan sering berada dalam satu acara dengan grup musik tempat Lale, Ilman, dan Nino berada.
Dari situlah muncul percakapan tentang minat mereka terhadap estetika musik pop di era 80an, dan mereka pernah mengisi seminar tentang musik pop bersama Proud Project. Inilah yang akhirnya menjadi dasar bagi mereka untuk berkolaborasi merilis sebuah lagu pada tanggal 14 Februari 2019.