Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 14 September 2026.
Bio
Cut Rianda Zuhra menembus panggung nasional lewat Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 di Indosiar, tampil berhijab dengan karakter vokal yang langsung membuatnya dikenal luas. Perempuan asal Bireuen, Aceh ini sebenarnya bukan wajah baru — sejak SD ia sudah manggung di radio lokal Peusangan, bahkan sempat merilis VCD lagu sendiri saat masih kelas 6.
Sebelum LIDA mengangkat namanya ke level nasional, Cut sudah punya nama di kampung halaman lewat musik religi. Single "Kakbah I" jadi bukti nyata: laku 50.000 keping VCD, beredar sampai Batam bahkan Malaysia. Dari situ kariernya melebar ke layar kaca — ia membintangi sejumlah FTV dan sinetron religi Indosiar, termasuk "Pintu Berkah" dan dua judul FTV bertema perjuangan seorang ibu.
Di luar dunia hiburan, Cut tetap menjalani rutinitas sebagai mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Almuslim Bireuen — bukti bahwa karier menyanyi dan akting tak menghentikannya menuntaskan pendidikan.