Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Followers
Hal yang perlu diketahui
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 14 September 2026.
Bio
Caffeine adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 16 Oktober 1996 dengan digawangi oleh Rudy Nugraha, Beni Anwar, Danny Saofit, Yandi Sebastian, dan Suyudi Quyud pada formasi awalnya. Berawal dari inisiatif Noey, salah satu personel Java Jive, yang melihat potensi dari band ini, akhirnya Rudy merekrut Daniel Djaya sebagai pemain keyboard bergabung dengan Caffeine dan band ini berhasil masuk ke dapur rekaman. Mereka merupakan jebolan Indie Ten produksi Sony Music, Setelah meninggalnya Yandi, posisinya digantikan oleh Gagan. Namun, band ini telah beberapa kali mengalami pergantian personel lagi. Personel Caffeine yang baru bergabung, Gagan resmi mengajukan untuk mengundurkan diri. Posisi Gagan kini digantikan oleh Alam. Tahun 2013, grup musik ini ditinggalkan oleh Danny, karena dirinya meninggal dunia akibat sakit.
Pada 3 September 2022, momen yang sangat mengejutkan terjadi ketika Caffeine akan melakukan kontrak kerja sama dengan Pelangi Records yang mana merupakan publisher band tersebut. Rudy menyatakan untuk mengundurkan diri dari Caffeine, band yang membesarkan namanya karena lebih memilih untuk bersolo karier.
Pada tanggal 12 November 2022, Chikin Muhammad pemuda asal Cirebon terpilih sebagai vokalis baru Caffeine. Melalui ajang kompetisi vokalis baru yang terbuka diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari seluruh Indonesia.