Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Followers
Hal yang perlu diketahui
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Bio
Bin Idris merupakan proyek musik solo dari Mohammad Haikal Azizi, seorang penyanyi, pemusik, dan seniman asal Indonesia yang lahir pada 29 Mei 1989. Publik mengenal Haikal sebagai vokalis dan gitaris dari grup musik psychedelic rock asal Bandung, Sigmun. Haikal menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar Magister dari Program Studi Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB). Nama "Bin Idris" sendiri ia pilih sebagai bentuk penghormatan kepada sang ayah.
Melalui proyek solo ini, Haikal mengeksplorasi gaya bermusik yang cenderung katarsis, intim, dan kontemplatif dengan perpaduan elemen folk, blues, dan eksperimentasi pop. Karya-karyanya terkenal lewat lirik-lirik puitis bernuansa spiritual yang menggambarkan pengalaman personal serta kehidupan sehari-hari.
Album perdana miliknya yang bertajuk Bin Idris dirilis pada Desember 2016 dengan trek populer seperti "Jalan Bebas Hambatan". Perjalanan bermusik solonya berlanjut dengan perilisan album Anjing Tua pada tahun 2018 dan album III pada tahun 2025.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.