Skor Influence iPopFiles membandingkan popularitas semua artis Indonesia dengan nilai 0–100 yang diperbarui setiap hari.
Skor ini dihitung dari:
Popularitas Saat Ini
Menunjukkan seberapa besar jangkauan seorang artis saat ini berdasarkan empat platform.
Spotify (46%)
Pendengar bulanan: 50%
Total stream: 25%
Followers Spotify: 15%
Jangkauan playlist: 10%
YouTube (42%)
Total views: 40%
Subscriber: 30%
Likes: 20%
Komentar: 10%
Instagram (7%)
Followers
TikTok (5%)
Followers
Hal yang perlu diketahui
Skor Influence menunjukkan peringkat artis dibandingkan artis Indonesia lainnya, bukan dibandingkan artis dunia.
Bio
Assia Keva Hamzah yang dikenal sebagai Assia Keva (lahir 15 Oktober 2004) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Ia mulai dikenal publik setelah mengikuti dan menempati posisi sebagai pemenang dalam ajang pencarian bakat The Voice Kids Indonesia (musim 3) yang ditayangkan oleh stasiun televisi GTV.
Kecintaan Assia Keva pada dunia musik telah muncul sejak kecil. Keikursetaan Keva berawal dari keterpaksaan kedua orangtuanya untuk mengikuti The Voice Kids Indonesia (musim 3). Namun kedua orangtuanya sempat tidak menyetujui untuk terjun kedunia musik sejak setelah The Voice Kids dengan alasan mengarahkan sebagai pengusaha.
Assia Keva mengawali kariernya dengan mengikuti The Voice Kids Indonesia (musim 3) hingga menempati sebagai pemenang pertama pada tahun 2018. Setelah mengikuti ajang tersebut, kemudian memulai karier musiknya secara profesional dengan merilis debut album mini, yang berjudul 2004 yang dirilis pada tanggal 20 Oktober 2023. Ia kembali merilis album mini kedua, yang berjudul Forevermore yang dirilis pada tanggal 20 Oktober 2025.
Jangkauan playlist menunjukkan seberapa luas lagu artis dimasukkan ke berbagai playlist, bukan jumlah orang yang mendengarkannya.
Kalau sebuah platform belum punya data terukur, nilainya diperkirakan dari platform lain milik artis yang sama, bukan dihitung nol. Perkiraan itu ditarik mendekati rata-rata: makin sedikit data yang kami punya, makin dekat ke rata-rata. Platform yang nilainya perkiraan selalu diberi label di halaman artis.
Artis yang datanya terlalu sedikit tidak diberi skor sama sekali dan tidak masuk peringkat, karena angka yang dibangun dari data kosong tidak berarti apa-apa.
Untuk YouTube kami menghitung tontonan video musik saja. Kanal seorang artis sering berisi hal lain — vlog, acara TV, perjalanan — dan itu bukan bukti orang mendengarkan musiknya. Musik yang diunggah lewat kanal label tetap ikut dihitung. Pemisahan inimasih diterapkan bertahap ke seluruh artis; kalau angka seorang artis belum dipisahkan, hal itu ditandai di halaman artisnya.
Kalau sebuah kanal ditonton jauh lebih banyak daripada musiknya diputar, nilai YouTube-nya dibatasi. Angka sebesar itu mengukur popularitas kanal, bukan musik.
Jumlah pendengar dan tontonan bersifat global, bukan khusus Indonesia. Untuk sebagian besar artis Indonesia selisihnya kecil, tapi artis dengan banyak pendengar luar negeri akan terlihat lebih besar di sini daripada jangkauannya di Indonesia sendiri.
Sumber: Spotify, YouTube, Instagram, TikTok, riwayat data artis di iPopFiles. · Data per 13 September 2026.