
Tahun 2003, Alone At Last* memulai karir mereka dengan tampil di berbagai acara musik (indie) di Bandung, Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, band berhasil menarik perhatian para pecinta musik rock dengan single hits mereka: "Amarah Senyum dan Airmata" di Bandung, Jakarta dan kota-kota lain di Pulau Jawa, Indonesia.
Popularitas mereka terus berkembang dan lingkaran penggemar mereka kini menyebar di seluruh kepulauan Indonesia termasuk Bali, Medan (Sumatra), Banjarmasin (Kalimantan), Makassar (Sulawesi) dan daerah lain termasuk Kuala Lumpur (Malaysia) dan Singapura.
Setelah kesuksesan tersebut, 2 merek pakaian internasional, Atticus dan Macbeth, tidak ragu-ragu untuk meminta Alone At Last* menjadi promotor utama produk mereka di Indonesia. Mereka telah merilis 2 album bersama Absolute Records, Sendiri vs Dunia – EP (2004) dan Jiwa (2008).
Alone At Last* memiliki kelompok penggemar inti yang terkonsentrasi di ibu kota musik Indonesia yang dinamis dan kosmopolitan, Bandung serta di kota-kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Jogja, Bali, Semarang, dan Makassar. Jaringan ini didukung dan dengan mudah diakses oleh jaringan basis penggemar mereka, yaitu "Stand Alone Crew" (SAC).
Diskografi: 1. SENDIRI VS DUNIA (Absolute Records 2004/ EP) 2. JIWA (Absolute Records 2008 / Album) 3. Takkan Terhenti Disini (Lonelyend Records 2010 / Single) 4. INTEGRITI (Lonelyend Records 2012 / Album) 5. Rise for Freedom (Lonelyend Records 2014/Single) 6. Korupsi Sampai Mati (Lonelyend Records 2017/ Single) 7
Bass
Vote your bias — siapa member favoritmu?
Login untuk vote your bias
Artis Serupa

Band

Band

Solo

Solo
Yang lain dari scene-nya
Alone At Last adalah grup musik Indonesia asal Indonesia di ranah Rock & Alternative Rock.
Diskografinya tercatat mencakup 2 album.
Secara digital, Alone At Last menjangkau 53.4 ribu pengikut Instagram, 89.6 ribu pengikut Spotify, 15.4 ribu subscriber YouTube.
Jadilah yang pertama berkomentar.
Pergerakan peringkat dalam 7 hari terakhir